Recent Posts

Posts RSS

Sekilas Tentang Berdirinya Vihara Tri Maha Dharma

Reaksi: 


Pada tahun 1968 disinilah dimulai masa perintisan kembali agama Buddha khususnya di daerah Tangerang, terutama daerah Kampung Melayu dan sekitarnya. Ada sekelompok orang yang mulai memperhatikan kembali ajaran agama Buddha dan berusaha mengembangkannya.

Kelompok ini mulai mengadakan kegiatan rutin ritual agama Buddha ( kebaktian ) setiap minggunya yang bertempat di rumah – rumah dan suatu waktu pernah juga kebaktian tersebut ditempatkan di Balai Desa Kampung Melayu. Kegiatan –kegiatan ini berlangsung cukup lama.

Pada tahun 1979 mulai timbul ide / gagasan mengenai nama kegiatan ini maka terbentuknya sebuah nama, yaitu Cetiya Tri Maha Guna, tetapi tempat kebaktiannya masih meminjam tempat lain yaitu Kelenteng Hok Tek Bio yang beralamat di Jl. Raya Tanjung Pasir, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga – Tangerang. Pada tahun 1980 Kelenteng ini mulai direnovasi dan kebaktian berpindah kembali dari rumah ke rumah.

Pada 1981 mulai dirintis pembentukan Vihara ini dengan membeli asset berupa tanah seluas 1.230 M yang terletak di wilayah Kampung Melayu Barat, RT / RW : 04 / 07, Kecamatan Teluknaga – Tangerang. Kegiatan ini diprakasai oleh Bpk. Endang Halim dengan Koordinator Romo Owangulimala dan pembentukan badan pendiri.

Dengan terbentuknya badan pendiri maka mereka sepakat untuk mengadakan perubahan nama yang sebelumnya bernama Vihara Tri Maha Guna menjadi Vihara Tri Maha Dharma. Pembangunan tempat ibadah ini pun mulai dilaksanakan  dan seiring dengan itu mendaftarkan di Notaris dengan nama Yayasan Vihara Tri Maha Dharma sesuai dengan Akte Notaris : Judha Hartono, SH , tanggal 2 Januari 2008.

Ketika pembangunan vihara ini terus berlangsung selama beberapa tahun sampai dengan tahun 1984 bangunan ini mulai difungsikan dan kebaktian ditempatkan disini walaupun kondisinya belum rampung sepenuhnya. Kegiatan – kegiatan Vihara Tri Maha Dharma terus mengalami peningkatan diiringi dengan peningkatan umatnya.

Pada tahun 2000, umat yang melakukan kebaktian tidak lagi tertampung di Vihara ini, sehingga pengurus vihara kala itu sepakat untuk mengadakan renovasi total bangunan vihara, yang peletakan batu pertamanya pada tanggal 08 Agustus 2000 dengan ketua Panitia Pembangunan dan Renovasi Vihara adalah Ibu Pang Eng Nio. Pembangunan dan renovasi vihara ini menghabiskan waktu yang cukup lama, berkat bantuan para donator dan kerja keras panitia, pengurus dan umat hingga rampunglah pembangunan dan renovasi vihara pada tahun ini.

Demikianlah perjalanan Vihara Tri Maha Dharma yang telah diresmikan pada tanggal 14 Juni 2009 oleh Dirjen. Bimas Buddha Departemen Agama Republik Indonesia Bpk. Irjen. Pol.Drs.Budi Setyawan M.Si 

Disusun Oleh : Kartika Tirtawijaya 

Download Menjadi E-Book


1 komentar:

Sugianto Vijjayasena mengatakan...

Selamat menyambut Tri Suci Waisak 2015. Bangun pendidikan Buddhis yang berkualitas dengan melengkapi informasi Saudara se-Dhamma tentang
aneka media pembelajaran kreatif untuk SMB

Posting Komentar